RESUME JURNAL TEKNOLOGI PUPUK DAN
PEMUPUKAN
DISUSUN
OLEH :
NAMA :
Astinggara Yahya F
NIM
: 125040201111036
KELAS
: D
ASISTEN
: Mbak Rurin
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG MASALAH
Tanaman selada ( Lactuca sativa,L ), merupakan tanaman sayuran
semusim, yang termasuk dalam famili Compositae. Selada sering disajikan sebagai
sayuran karena banyak mengandung vitamin, yaitu A,B dan C, tanaman ini juga
digemari dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dalam budidaya selada banyak
kendala yang harus dihadapi oleh petani, salah satunya adalah masalah
persemaian benih. Selada dikembangbiakan dengan bijinya, namun persentase
perkecambahan benih selada berkisar antara 40 %
- 75 %. Di lapangan ditemukan
bahwa perkecambahan benih selada tidak sampai 50 %. Hasil yang tidak sebanding
dengan harga benih, dan biaya pemeliharaan hal ini merupakan masalah yang
dihadapi oleh petani selada. Oleh karena itu perlu dicari suatu solusi untuk
meningkatkan viabilitas benih selada, agar petani tidak mengalami kerugian
dalam proses budidaya selada tersebut.
1.2 TUJUAN
Meningkatkan viabilitas benih selada,
dengan cara merendam benih dalam larutan Pupuk Hormon Tanaman Unggul (Hantu),
pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro, juga mengandung zat pengatur
tumbuh yang dapat meningkatkan perkecambahan benih.
BAB II METODE
2.1
WAKTU
02-Februari-2010
2.2
TEMPAT
Kota Pekanbaru
2.3
PERLAKUAN
Pada
perlakuan pertama benih direndam dengan larutan hantu 0.2 % selama 15 menit,
kemudian ditiriskan.Perlakuan kedua, benih direndam dengan air murni selama 15
menit, kemudian ditiriskan.
2.4
VARIABEL YANG DIUKUR
1. Viabilitas benih
Dilakukan
pengamatan terhadap jumlah benih yang berkecambah dalam waktu 1 minggu sejak
semai.
2.
Kecepatan berkecambah
Kecepatan
berkecambah didapat dengan menghitung jumlah kecambah yang muncul dibagi tujuh
hari.
3.
Tinggi bibit
Mengukur
tinggi bibit yang siap dipindahkan ke lapangan.
4.
Waktu pindah tanam
Menghitung jumlah hari dari saat semai
sampai bibit siap pindah tanam
(daun 4 helai).
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1
HASIL
Viabilitas
Benih Selada Pada Umur 7 hari setelah semai (%)
|
T
hitung = 3.81; t Tabel 1% = 2.977
|
Kecepatan
berkecambah benih selada (kecambah/hari)
|
T
hitung = 3.67; t Tabel 1% = 2.977
|
Tinggi bibit selada pada saat pindah tanam dengan
kriterian jumlah daun 4 helai
|
T
hitung = 3.60; t Tabel 1% = 2.977
|
Lamanya
waktu yang digunakan untuk pindah tanam (hari)
|
T
hitung = 3.00; t Tabel 1% = 2.977
|
3.2
PEMBAHASAN
Semua hasil penelitian menunjukkan
hasil yang sangat berbeda viabilitas benih selada yang direndam menggunakan
pupuk hantu lebih tinggi dibanding dengan viabilitas benih yang direndam air
murni. Fungsi air dalam perkecambahan ialah sebagai pengaktif enzim amilase.
BAB IV PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Pupuk Hantu dapat menstimulir perkecambahan
benih selada, kecepatan perkecambahan benih selada dengan menggunakan pupuk
hantu lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan air murni, tinggi bibit
selada lebih tinggi
bila
menggunakan pupuk hantu dibandingkan dengan menggunakan air murni, waktu pindah
tanam bibit selada lebih cepat dengan menggunakan pupuk hantu dibandingkan
dengan menggunakan air murni