Dinsdag 03 Desember 2013

             RESUME JURNAL TEKNOLOGI PUPUK DAN PEMUPUKAN



  






DISUSUN OLEH :


   NAMA                        : Astinggara Yahya F               
NIM                : 125040201111036
KELAS           : D
ASISTEN       : Mbak Rurin



 PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
               FAKULTAS PERTANIAN
            UNIVERSITAS BRAWIJAYA
                MALANG
         2013
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG MASALAH
Tanaman selada (  Lactuca sativa,L ), merupakan tanaman sayuran semusim, yang termasuk dalam famili Compositae. Selada sering disajikan sebagai sayuran karena banyak mengandung vitamin, yaitu A,B dan C, tanaman ini juga digemari dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dalam budidaya selada banyak kendala yang harus dihadapi oleh petani, salah satunya adalah masalah persemaian benih. Selada dikembangbiakan dengan bijinya, namun persentase perkecambahan benih selada berkisar antara 40 %  -  75 %. Di lapangan ditemukan bahwa perkecambahan benih selada tidak sampai 50 %. Hasil yang tidak sebanding dengan harga benih, dan biaya pemeliharaan hal ini merupakan masalah yang dihadapi oleh petani selada. Oleh karena itu perlu dicari suatu solusi untuk meningkatkan viabilitas benih selada, agar petani tidak mengalami kerugian dalam proses budidaya selada tersebut.
1.2  TUJUAN
Meningkatkan viabilitas benih selada, dengan cara merendam benih dalam larutan Pupuk Hormon Tanaman Unggul (Hantu), pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro, juga mengandung zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan perkecambahan benih.
BAB II METODE
2.1 WAKTU
            02-Februari-2010
2.2 TEMPAT
            Kota Pekanbaru
2.3 PERLAKUAN
Pada perlakuan pertama benih direndam dengan larutan hantu 0.2 % selama 15 menit, kemudian ditiriskan.Perlakuan kedua, benih direndam dengan air murni selama 15 menit, kemudian ditiriskan.
2.4 VARIABEL YANG DIUKUR
1.  Viabilitas benih
Dilakukan pengamatan terhadap jumlah benih yang berkecambah dalam waktu 1 minggu sejak semai.

2.  Kecepatan berkecambah
Kecepatan berkecambah didapat dengan menghitung jumlah kecambah yang muncul dibagi tujuh hari.
3.  Tinggi bibit
Mengukur tinggi bibit yang siap dipindahkan ke lapangan.
4.  Waktu pindah tanam
Menghitung jumlah hari dari saat semai sampai bibit siap pindah tanam
(daun 4 helai).
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 HASIL     
Viabilitas Benih Selada Pada Umur 7 hari setelah semai (%)
T hitung = 3.81; t Tabel 1% = 2.977
Kecepatan berkecambah benih selada (kecambah/hari)
T hitung = 3.67; t Tabel 1% = 2.977
Tinggi  bibit selada pada saat pindah tanam dengan kriterian jumlah daun 4 helai
T hitung = 3.60; t Tabel 1% = 2.977
Lamanya waktu yang digunakan untuk pindah tanam (hari)
T hitung = 3.00; t Tabel 1% = 2.977
3.2 PEMBAHASAN
            Semua hasil penelitian menunjukkan hasil yang sangat berbeda viabilitas benih selada yang direndam menggunakan pupuk hantu lebih tinggi dibanding dengan viabilitas benih yang direndam air murni. Fungsi air dalam perkecambahan ialah sebagai pengaktif enzim amilase.
BAB IV PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
            Pupuk Hantu dapat menstimulir perkecambahan benih selada, kecepatan perkecambahan benih selada dengan menggunakan pupuk hantu lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan air murni, tinggi bibit selada lebih tinggi

bila menggunakan pupuk hantu dibandingkan dengan menggunakan air murni, waktu pindah tanam bibit selada lebih cepat dengan menggunakan pupuk hantu dibandingkan dengan menggunakan air murni