TUGAS ANALISA LAHAN
Proses Pembentukan Wilayah Bojonegoro
Nama Kelompok:
Fariza F.
Nur Azizah
Astinggara Yahya F
Rini Agustin
Rizka Andhini P
Rizky Dwi Ramadhani
Secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak diantara 111o 25’- 112o 09’BT dan 6o 59’-7o 37’ LS. Wilayah Kabupaten Bojonegoro dibelah oleh sungai Bengawan Solo dari barat samapi ke timur. Bagian utara merupakan daerah aliran sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau sedangkan dibagian selatan adalah Pegunungan kapur bagian dari Rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara Kabupaten Bojonegoro memiliki luas sejumlah 230.706 Ha. Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian Selatan merupakan dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan Gajah.
Description: 18
Citra Satelit Google Earth Kawasan Wilayah Bojonegoro
Proses Geomorfologi
Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, memiliki enam sataun geomorfologi, yaitu Satuan Punggungan Sinklin, Satuan Dataran Lipatan Terdenudasi, Satuan Perbukitan Lipatan, Satuan Perbukitan Patahan, Satuan Danau, dan Satuan Aluvial.
Description: 19
Citra Satelit Google Earth
Bukit Bojonegoro dengan Satuan Pegunungan Sinklin
Sejarah geologi Kabupaten Bojonegoro dimulai pada Kala Miosen Akhir dengan diendapkannya satuan napal sampai pada Pliosen Awal di lingkungan batial atasneritik luar. Regresi yang terus terjadi di daerah tesebut menghasilkan pengendapan berturut-turut dan selaras batugamping dan batupasir-batulempung.
Description: 20
Citra Satelit Google Earth Bentukan batial atasneritik
Sementara itu di utara, pada Plestosen diendapkan satuan batulempung pada lingkungan litoral. Lalu, tektonik Plio-Plestosen (rezim kompresi utara-selatan) menyebabkan daerah penelitian teranjakkan dan terlipatkan secara intensif sehingga menjadikannya lingkungan darat. Sesar anjakan ini yang menyebabkan posisi satuan batuan Zona Kendeng (secara penampang) berposisi di atas satuan batulempung (Zona Randublatung).
Description: 21
Citra Satelit Google Earth
Batuan Zona Kendeng (secara penampang) berposisi di atas satuan batulempung (Zona Randublatung).
Proses tektonik kompresi yang terus berjalan, memberikan efek terbentuknya beberapa sesar sobekan (tear fault) yang memotong sesar-sesar dan lipatan-lipatan yang sudah terbentuk sebelumnya.
Woensdag 18 Maart 2015
ANLAN MINGGU 4
TUGAS ANALISA
LAHAN
Proses Pembentukan
Wilayah Bojonegoro
Nama
Kelompok:
Fariza F.
Nur Azizah
Astinggara
Yahya F
Rini Agustin
Rizka
Andhini P
Rizky Dwi
Ramadhani
Secara
astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak diantara 111o 25’- 112o 09’BT dan 6o
59’-7o 37’ LS. Wilayah Kabupaten Bojonegoro dibelah oleh sungai Bengawan Solo
dari barat samapi ke timur. Bagian utara merupakan daerah aliran sungai
Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan
pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim
kemarau sedangkan dibagian selatan adalah Pegunungan kapur bagian dari
Rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian
barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian
Pegunungan Kapur Utara Kabupaten Bojonegoro memiliki luas sejumlah 230.706 Ha.
Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang daerah aliran
sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian
Selatan merupakan dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan
Gajah.
Citra
Satelit Google Earth Kawasan Wilayah Bojonegoro
Proses Geomorfologi
Kabupaten
Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, memiliki enam sataun geomorfologi, yaitu
Satuan Punggungan Sinklin, Satuan Dataran Lipatan Terdenudasi, Satuan Perbukitan
Lipatan, Satuan Perbukitan Patahan, Satuan Danau, dan Satuan Aluvial.
Citra
Satelit Google Earth
Bukit
Bojonegoro dengan Satuan Pegunungan Sinklin
Sejarah
geologi Kabupaten Bojonegoro dimulai pada Kala Miosen Akhir dengan
diendapkannya satuan napal sampai pada Pliosen Awal di lingkungan batial
atasneritik luar. Regresi yang terus terjadi di daerah tesebut menghasilkan
pengendapan berturut-turut dan selaras batugamping dan batupasir-batulempung.
Citra
Satelit Google Earth Bentukan batial atasneritik
Sementara
itu di utara, pada Plestosen diendapkan satuan batulempung pada lingkungan
litoral. Lalu, tektonik Plio-Plestosen (rezim kompresi utara-selatan)
menyebabkan daerah penelitian teranjakkan dan terlipatkan secara intensif
sehingga menjadikannya lingkungan darat. Sesar anjakan ini yang menyebabkan
posisi satuan batuan Zona Kendeng (secara penampang) berposisi di atas satuan
batulempung (Zona Randublatung).
Citra
Satelit Google Earth
Batuan Zona Kendeng (secara penampang) berposisi di atas satuan
batulempung (Zona Randublatung).
Proses
tektonik kompresi yang terus berjalan, memberikan efek terbentuknya beberapa
sesar sobekan (tear fault) yang memotong sesar-sesar dan lipatan-lipatan yang
sudah terbentuk sebelumnya.
Teken in op:
Opmerkings (Atom)